Gaya Hidup Nyabu Para Selebritis
Kamis, 31 Mei 2012 13:27:00 WIB | DH


Istimewa

PASBANGET.CO- Kedapatan nyabu, ayah Julia Perez diciduk Polisi (28/5). Mabes Polri meringkus Angkasa Jaya alias Aang di rumahnya, Jalan Malahayati, Cijantung I Nomor 20 Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Polisi menemukan perlengkapan sabu, antara lain aluminium foil, sisa bungkus sabu, korek api, dan bong.

Penangkapan atas diri Aang menambah panjang daftar public figure yang terjerat barang haram itu. Benar, Aang bukan artis. Dia “kebetulan” hanya ayah kandung dari seorang artis yang bernama asli Yuli Rachmawati. Namun, penangkapan atas Aang mau tak mau mengingatkan kita pada kasus-kasus serupa sebelumnya yang melibatkan banyak selebritis tanah air.

Sebut saja Samuel Simorangkir yang kedapatan nyabu bareng teman wanitanya, Regina Andriyani. Sammy ex-vokalis Kerispatih itu akhirnya diganjar nginep di hotel prodeo selama 1 tahun. Kasus serupa pun menimpa artis lain, di antaranya, Sheila Marcia, Jennifer Dunn, Andhika Kangen Band, dan Yoyo drummer Padi.  

Kasus Revaldo lebih menghebohkan. Pemeran Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta itu kedapatan lagi pesta narkoba justru saat dirinya masih dalam masa hukuman percobaan akibat kasus pemukulan. Tak puas dengan ganjaran dua tahun penjara, pada Juli 2010 Revaldo kembali berurusan dengan pihak berwajib dengan kasus yang sama.

Kasus Ibra Azhari bahkan memunculkan pertanyaan publik tentang efektifitas pembinaan dan efek jera dari sebuah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Pada tahun 2003, Ibra divonis 15 tahun penjara karena kepergok nyimpen barang haram. Adik Ayu Azhari itu kembali menjadi sorotan ketika tes urine menyatakan positif justru saat dia berada di balik jeruji. Bebas tahun 2009, Ibra kembali dihadapkan pada kasus yang sama pada 2010.

Yang memprihatinkan, kasus tersebut tidak saja menimpa para pesohor yunior. Para senior pun seolah tak mau kalah. Sebut saja, antara lain, bintang era 80-an Roy Marten, pedangdut Imam S Arifin, musisi era-80an Fariz RM, Alba Fuad, Iyut Bing Slamet, dan beberapa personil grup lawak seperti Gogon, Polo dan Doyok, yang kesandung persoalan yang sama.

 

Pejabat dan Aparat
Tak hanya artis, kini para pejabat pun banyak yang terindikasi memakai barang haram ini. “Dari Informasi, tindakan amoral mengonsumsi narkoba sudah lama dilakukan pejabat di Sumut. Kini kita tengah membidik satu persatu pejabat pengkonsumsi narkoba itu,” kata Direktur (Dir) Narkoba Poldasu, Kombes Pol Andjar Dewanto kepada media (22/5).

“Saya tidak kaget, kalau Narkoba kini menjadi bagian gaya hidup sebagian kalangan pejabat. Hanya saja, yang mengagetkan saya jika ada aparat terlalu cepat memberikan tanggapan atas permasalahan yang terkait peredaran dan pemakai Narkoba itu,” kata Fauzi Faried (16/5) dari Komisi A DPRD Jatim menanggapi adanya dugaan pemakaian Narkoba dari pejabat Pemkab. Sampang-Madura.

Tak hanya para pejabat, beberapa oknum aparat pun pada tertular kenikmatan barang haram itu. Tes urine terhadap 10.000 anggota Polda Lampung mendapati 45 orang di antaranya positif memakai narkoba.  Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya tiga orang anggota polisi wilayah Polda Metro Jaya terlibat kasus narkoba.  

Maraknya anggota polisi yang terjerat kasus narkoba diawali dari penangkapan Kapolsek Cibarusah, Bekasi, AKP Heru Budhi Sutrisno (HBS) saat nyabu di rumah dinasnya, Jalan Raya Loji, Cibarusah pada 9 Maret 2012.

Seorang perwira pertama di Polres Metro Jakarta Selatan, Iptu Rita Octavia Shinta (37) pun harus menjalani rehabilitasi di Lido (Bogor) karena terindikasi sebagai pengguna. Staf di unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) ini positif terkandung amphetamine dalam hasil tes urine.

Selain itu, Polsek Cengkareng menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam pengedaran narkoba di Kampung Ambon, Jakarta Barat (13/3). Dan salah satunya merupakan anggota polisi dari Subdit Renmin Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya, yaitu Briptu S.

Paradoks Kampung Ambon
Kampung Ambon berada di Kompleks Permata, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat.  Pasar  “grosir” narkoba yang muncul akhir 1990-an ini dulu hanya menyediakan ganja, tapi sejak 2002 jenis yang dijajakan kian beragam: sabu, ekstasi, dan putaw.  Banyak artis, pejabat maupun aparat yang kerap datang ke kampung itu.

Namun, setelah Kepolisian Resor Jakarta Barat menggerebek Kampung Ambon , kompleks seluas satu hektare itu seolah  mati suri. Deretan rumah cinta --julukan lapak atau rumah tempat transaksi narkoba-- tutup sementara. Keadaan seperti ini bisa berlangsung hingga satu bulanan.

Asisten Pemkot Jakarta Barat Denny Wahyu mengungkapkan, peredaran narkoba di Kampung Ambon sulit diberantas karena upaya tersebut justru dijadikan ajang promosi di jajaran kepolisian. Hal itu membuat pemberantasan tidak pernah tuntas. “Baru berhasil menangkap beberapa tersangka sudah dinilai prestasi, dipromosikan,” katanya.

Data BNN
Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam edaran pers, Senin (18/1), menjelaskan, pada tahun 2010, diperkirakan ada 316.000 hingga 335.000 jiwa pengguna narkotika. Dari jumlah ini, pengguna sabu mencapai 24,6 persen. Dengan kata lain, satu dari empat penyalahguna narkotika di DKI Jakarta adalah pengguna sabu.

Jika angka 24,6 persen dikonversikan ke populasi penduduk DKI Jakarta, 8.513.285 jiwa pada Maret 2009, diperkirakan jumlah penyalahguna narkotika sabu di Jakarta mencapai 0,81 hingga 0,85 persen dari penduduk DKI Jakarta. Itu berarti dari 1.000 penduduk Jakarta, 8 orang adalah pencandu narkotika jenis sabu.

Ketua Umum Komite Nasional Anti Penyalahgunaan Narkoba dr. Subagyo Partodiharjo dalam bukunya Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunannya menjelaskan, pada 1970 jumlah pemakai 130.000 orang namun pada akhir  2000 jumlahnya meningkat hingga 2 juta orang. Ini berarti jumlah pemakai di Indonesia naik 15 kali atau 1500 %  dalam 30 tahun.

Kelompok pemakai pun makin bervariasi. Bukan hanya kaum muda, namun juga lansia, anak-anak, ibu rumah tangga, eksekutif, pejabat, aparat pemerintah, tokoh masyarakat, polisi, politisi, pengangguran, ahli hukum, dokter, dan lain sebagainya. Mereka bukan hanya dari keluarga berantakan, melainkan juga dari keluarga harmonis.

Inilah fakta-fakta yang mengindikasikan bahwa kita memang telah – mengutip istilah dr. Subagyo— kalah perang.
 














fotokcl Tuhan Smash, Tuhan Cherrybelle
PASBANGET.CO- Belakangan ini bermunculan upaya-upaya mempermaklumkan agama baru bahkan tuhan baru.
fotokcl Pangeran Panjunan dan Wisata Religi di Plangon
PASBANGET.CO- Sultan Maulana Sulaiman di Baghdad sedih. Putranya bertingkah laku tak lazim.
fotokcl Cinta Sejati, Adakah Itu?
PASBANGET.CO - Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman............
fotokcl Gaya Hidup Nyabu Para Selebritis
PASBANGET.CO- Inilah fakta yang mengindikasikan, mengutip istilah dr. Subagyo, kita kalah perang.
fotokcl Sebaik-Baik Perhiasan Dunia
PASBANGET.CO- Saudaraku yang dirahmati Allah, untuk mendapatkan bibir menawan, biasakanlah mengucap